INDRAMAYU, JAWA BARAT — Salah satu kawasan pemberdayaan ekonomi Dompet Dhuafa, yaitu budidaya ikan gurame di Desa Kenanga, Kecamatan Sindang, Indramayu, ke sekian kalinya telah melakukan panen raya. Pada Sabtu (3/9/2022), para peternak gurame binaan Dompet Dhuafa kembali memanen ikan gurame dengan kisaran total sebanyak 1 ton.

Hal ini menarik perhatian sang inisiator sekaligus ketua dewan pembina Dompet Dhuafa, Parni Hadi. Didampingi Suheng Widodo selaku GM Pemberdayaan dan Pengembangan Zakat Dompet Dhuafa, Parni bertolak dari Jakarta untuk meninjau langsung proses panen besar ini. Selain Parni, keberhasilan pemberdayaan dari dana masyarakat ini juga menjadi perhatian oleh pihak-pihak lain. Turut menyaksikan proses panen juga yaitu Kepdes Kenanga Darpani S.H., Sekmat Kec. Sindang, Dinar S.Stp., Sekretaris Bappeda Kab. Indramayu Drs. Dadikuswibawa, Kepala Bidang Perekonomian Bappeda H. Heryanto Budi Hermawan, S.H, M.H, perwakilan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu Izudin, S.Pi, dan Kepala RRI Cirebon Yusdiarto.

Salah satu penerima manfaat program ini, Kusen (44), menceritakan bahwa pada tahun 2019 lalu, di kawasan lahan kolam ini mulanya hanya ada 2 (dua) kolam bantuan dari Dompet Dhuafa. Semakin tahun semakin semakin berkembang berkat kontribusi berbagai pihak, hingga kini telah menjadi 67 kolam. Sedangkan setiap satu kolam mampu menampung hingga 1 ton ikan gurame. Saat ini, penerima manfaat budidaya gurame yang menjadi binaan Dompet Dhuafa berjumlah 14 orang.

“Alhamdulillah, kami bersyukur sekali dan berterima kasih kepada Dompet Dhuafa dan pihak-pihak lain yang ikut mengembangkan para peternak ikan di Desa Kenanga. Dengan adanya program ini juga menjadikan banyak masyarakat yang sebelumnya pasif, sekarang menjadi produktif. Bahkan tidak hanya di ikan gurame saja, tapi juga di usaha-usaha UMKM lainnya,” terangnya.

Menanggapi panen yang berhasil ini, Parni Hadi terus mengajak masyarakat Desa Kenanga untuk terus mengembangkan desa. Menurutnya, Desa Kenanga harus bisa menjadi desa wisata sebagai contoh bagi desa-desa lainnya. Ia juga mengatakan tak segan untuk melibatkan banyak pihak lain dengan syarat masyarakatnya terus mau berkembang. Bersama menteri parekraf, Dompet Dhuafa telah sepakat bergerak bersama membangun desa-desa wisata.

“Akhir Agustus lalu, saya mengundang menteri parekraf untuk bersama mengembangkan program Desa Wisata supaya masyarakat di pedesaan merdeka dari penjajahan kemiskinan. Di Dompet Dhuafa saya sampaikan, untuk memerdekaan Indonesia dari penjajahan kemiskinan, kita harus ada re-orientasi program Dompet Dhuafa. Yaitu arus urbanisasi harus diubah. Desa sekarang sudah menjadi tempat yang tidak menarik, maka kita bangun desa supaya menjadi menarik sehingga masyarakat kota yang akan berbondong ke desa,” terang Parni.

Mewakili Dinas Perikanan, Izuddin juga menanggapi program pemberdayaan ini dengan apresiasi yang tinggi . Ia juga mendukung Desa Kenanga menjadi desa wisata. Pemerintah merasa bangga dengan Dompet Dhuafa dan Desa Kenanga atas salah satu program unggulannya yaitu budidaya ikan gurame.

“Cukup luar biasa hasilnya dari kelompok binaan ini. Pemerintah Daerah sangat mendukung program ini, dibuktikan melalui dinas perikanan dengan memberikan distribusi bibit, hingga pakan. Ini juga menjadi wujud komitmen kami untuk membangkitkan Desa Kenanga menjadi desa wisata. Kenanga ini sudah menjadi ikon Indramayu sebagai sentra produksi kerupuk,” sebutnya.

Benar saja. Beberapa bulan lalu, Dompet Dhuafa telah berhasil mengantarkan produk-produk UMKM binaannya hingga terekspor ke luar negeri. Dompet Dhuafa tentu akan terus berupaya untuk mengembangkan UMKM di Indramayu agar terus maju dan mampu bersaing. Hal ini tentu tak lepas dari kotribusi seorang penggerak UMKM Kabupaten Indramayu, yaitu Darwinah. Ibu Darwinah telah lama berkhidmat bersama Dompet Dhuafa untuk mengangkat kesejahteraan para pelaku UMKM khususnya di Indramayu dan sekitarnya.

Usai panen, para tamu yang hadir, juga masyarakat pelaku UMKM binaan berkumpul di Rumah Edukasi yang dibina oleh Bu Darwinah. Di sana, mereka menggelar acara sarasehan untuk berdikusi guna menguatkan UMKM Desa Kenanga yang kelak akan diwujudkan sebagai desa wisata. (Dompet Dhuafa / Muthohar)

BANTUL, YOGJAKARTA — Berbagai inovasi teknologi selalu ditingkatkan dari tahun ke tahun, Dompet Dhuafa dengan program Tebar Hewan Kurban (THK) #JadiManfaat siap membantu masyarakat untuk bekurban dan membantu roda ekonomi para peternak di sejumlah daerah.

Pengembangan sentra ternak dan tani Dompet Dhuafa, dikembangkan dengan mekanisme pendanaan blended finance untuk memadukan sumber dana zakat produktif, wakaf, dan investasi.

Rabu – Kamis (29-30/06/2022) kemarin, Dompet Dhuafa menggelar agenda dengan tema “Journey to JogjAgroWisata Tebar Hewan Kurban 1443 H #JadiManfaat” ini mengajak para jurnalis hingga blooger untuk melihat sentra tani dan ternak yang dibina dan dibimbing oleh Dompet Dhuafa. Selain melihat langsung program Dompet Dhuafa, para jurnalis dan blogger mendapatkan ilmu tentang pengelolaan manajemen zakat produktif, wakaf dan investasi. Rangkaian kegiatan pertama menuju DD Farm di Kulonprogo, Mina Padi di dusun Polaman, dan Lidah Buaya di Gunungkidul, Yogyakarta.

Potensi pertanian di daerah tersebut memang cukup bagus, maka harapannya Mina Padi meningkat dari sisi hasil padi pertanian kemudian penjualan ikan yang di sawah, dijelaskan Zahron juga mengalami peningkatan.

“Dari awal kita memulai dari 800 meter sekarang 3,5 Ha. Dompet Dhuafa juga membentuk kelembagaan kelompok untuk saling membantu agar saling menguatkan ketika musim tanaman tidak yang kekurangan,” ujar Pimpinan cabang Dompet Dhuafa Yogyakarta, Zahron mengatakan dalam proses Mina Padi kami berperan sebagai fasilitator.

Di sisi lain Program THK Dompet Dhuafa tidak hanya menebarkan hewan kurban semata, tetapi juga memberdayakan para peternak dan petani binaan yang tergabung dalam program Kampung Ternak Nusantara. Dengan kata lain, program THK Dompet Dhuafa adalah perwujudan dari model bisnis sosial yang turut mengangkat perekonomian para peternak binaan yang telah ada selama ini.

Salah satunya dengan meningkatkan daya cipta teknologi maupun edukasi industri peternakan dengan mengembangkan teknologi ASLIS (Teknologi Monitoring Peternakan), ASLIS merupakan teknologi monitoring pertumbuhan berat ternak berbasis IoT yang terkoneksi dengan dashboard khusus untuk membantu pendataan, mitigasi resiko peternakan, hingga menghubungkan data peternakan ke para pemilik. Teknologi masa depan yang akan diperdayagunakan di industri peternakan diharapkan dapat memicu pertumbuhan kualitas maupun kuantitas ternak yang diperdayakan.

“Kebetulan sekarang ini juga sedang ada instalasi alat timbang itu instalasi timbangan namanya ASLIS itu mereka berusaha untuk membuat penjualan hewan kurban itu tidak perlu ketemu masuk ke kandang tetapi bagaimana caranya mereka mendata hewan kurban dengan mudah kemudian nanti masuk ke aplikasi setiap bulan akan ada update tentang hewan kurban tersebut bobotnya fotonya dan sebagainya sehingga jika ada pembeli yang mau beli itu bisa langsung lihat Di HP yang lain tersebut tinggal pilih hewannya dan tahu foto terkininya gitu dan jika mau beli tinggal klik beli, kita akan kerjasama dengan salah satu startup.” Ucap Satiya Jati, selaku Lurah Kandang Dompet Dhuafa Farm.

Selain Peternakan, Dompet Dhuafa mengembangkan Pasar Ikan Mina Padi di dusun Polaman, Sedayu, Bantul, Madu Wanagama dan Lidah Buaya di Gunungkidul, Jogjakarta. Para jurnalis diajak untuk melihat dan praktik langsung di setiap lokasi agar mengetahui cara dan proses pengolaan dari awal hingga akhir.

Dengan adanya agenda “Journey to JogjAgroWisata Tebar Hewan Kurban 1443 H #JadiManfaat” ini jurnalis dikenalkan dengan teknologi ASLIS yang akan digunakan oleh Dompet Dhuafa kedepannya, selain itu juga untuk mensosialisaikan program pemberdayaan dan pengembangan zakat produktif Dompet Dhuafa berbasis pertenakan, pertanian hingga UMKM, juga guna menyebarkan informasi yang akurat kepada peternak dan konsumen terkait identifikasi dan pencegahan wabah PMK pada Hewan Kurban.

Di akhir perjalanan agenda JogjAgrowisata mengunjungi program pemberdayaan Lidah Buaya (Aloe Vera). Widodo, selaku penerima manfaat program Aloe Vera, menjelaskan, “Sebanyak 100 keluarga dari 7 RT di Desa Katongan mendapatkan bantuan berupa 50 benih Aloe Vera setiap keluarga. Sejak saat itu, tumbuhan aloevera mulai menghiasi setiap sudut rumah-rumah di desa tersebut. Karena tumbuh tak kenal musim, para ibu-ibu kini lebih produktif membudidayakan Aloe Vera”.

“Dulu dapat bantuan sebanyak 50 benih Aloe Vera tiap keluarga, yang dapat 100 keluarga di desa ini mas. Jadi tiap rumah pasti ada Aloe Vera. Jadilah disitu desa ini dikenal jadi ‘Desa Aloe Vera’”, pungkas Widodo.

Tidak hanya sampai pemberian benih, Dompet Dhuafa ikut serta menemani pengembangan produk terusan Aloe Vera di Desa Katongan. Melalui diskusi dan beberapa kali ujicoba, akhirnya produk minuman berbahan dasar Aloe Vera lahir. Pengemasan yang dulu sederhana, kini dikemas dengan lebih menarik. (Dompet Dhuafa / DIY)

TULUNGAGUNG, JAWA TIMUR– Pariwisata menjadi sektor yang dapat dijadikan sebagai industri yang potensial sebagai alat pengembangan potensi daerah. Pariwisata juga berpengaruh besar terhadap perkembangan dan kemajuan suatu daerah. Meningkatnya sektor pariwisata akan membuka lapangan kerja dan kesempatan usaha. Peningkatan pendapatan usaha dan pemerintah akan mendorong sektor yang terkait lebih berkembang. Dompet Dhuafa Cabang Jawa Timur menangkap peluang ini, tepatnya di Desa Bono, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, sedang berkembang potensi agrowisata belimbing. Hampir setiap hari libur, tempatnya ini selalu dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun luar Tulungagung.

“Setiap pekan, kebutuhan produk belimbing disini itu kurang lebih 1 (satu) ton Mas, satu bulan antara empat sampai dengan 5 (lima) ton. Sampai hari ini kelompok tani Arta Mandiri masih kekurangan. Jangankan untuk dipasarkan keluar daerah atau sepermarket, untuk pengunjung di sini saja masih kekurangan. Di wilayah Boyolangu ini terdata ada kurang lebih 3.596 pohon, hamipir 50% (persen)-nya dalam kondisi tidak terkelola dengan baik alias mangkrak. Hanya dijadikan pakan ternak, eman bianget (sayang banget) Mas,” terang Udin selaku petani belimbing di Tulungagung.

Atas dasar petensi dan problem ini lah yang melatar-belakangi Dompet Dhuafa hadir di wilayah Tulungagung. Pada Selasa (21/6/2022), Dompet Dhuafa Cabang Jawa Timur meresmikan program Petani Belimbing Berdaya di Desa Bono Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Target dari program ini, diharapkan produksi buah belimbing meningkat dan petani binaan mampu memperoleh tambahan pendapatan dari berbudidaya belimbing. Peresmian program juga dihadiri oleh Muhammad Mujamil (57) selaku Kepada Desa Bono.

“Pelaksanaan program sementara kita awali dengan membantu petani sebanyak 10 orang sebagai penerima manfaat program dengan luasan lahan kurang lebih sekitar 2.940 m² dan sebanyak 330 pohon belimbing. Petani binaan Dompet Dhuafa tidak memulai berbudidaya dari nol, melainkan memperbaiki kondisi tanaman yang saat ini tidak terkelola dengan baik. Jadi bersama praktisi dan ahli pembudidaya belimbing, kami mendampingi para petani menguatkan potensinya kembali”, ujar Kholid Abdillah selaku Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jatim.

Senada dengan Kholid, selanjutnya Arifin (42) salah satu petani menyampaikan, “ Niki lo Mas sampean tingali, pohon belimbing sehat niki lek dipotong kulite taseh enten kambiume, kebalikane lek pohon belimbing engkang sakit muncul kambiume. Insyallah mas target 3 (tiga) bulan bisa diperbaiki. Mugi-mugi panen berdaya saget medal 1 (satu ton. (Dompet Dhuafa / PR)

BOGOR, JAWA BARAT — Ada yang berbeda pada Sabtu (9/4/2022) sore menjelang berbuka puasa di Zona Madina, Parung, Bogor, Jawa Barat. Hal itu lantaran adanya pagelaran Pasar Berkah Ramadan yang dimeriahkan dengan berbagai kegiatan untuk masyarakat umum. Kegiatan tersebut antara lain Pasar UMKM dan Kuliner, lomba marawis, lomba syiar agama dari anak-anak Paud hingga pasar murah yang bekerja sama dengan Agrenesia dan Dompet Dhuafa.

Konsep yang diusung dalam Pasar Berkah Ramadan kali ini adalah Go Green dan Ramah Lingkungan. Hal ini tergambar saat para pedagang menggunakan kantong belanja berbahan olahan singkong yang lebih mudah terurai dibandingkan plastik. Selain menawarkan berbagai hidangan dan produk unggulan, Pasar Berkah Ramadan ingin mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan terutama di bulan suci Ramadan.

Menurut Nur Imam selaku penanggung jawab Pasar Berkah Ramadan mengatakan, alasan diadakannya kegiatan ini merupakan bentuk usaha dalam meningkatkan ekonomi masyarakat terutama UMKM yang sempat terpuruk selama pandemi Covid-19. Imam juga menambahkan, kegiatan ini merupakan bentuk respons membantu masyarakat dari harga kebutuhan pokok yang kian meroket.

“Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk meningkatkan ekonomi bagi penggiat UMKM di wilayah Parung, Bogor. Setelah diselimuti pandemi Covid-19 selama 2 (dua) tahun ekonomi turun dan saat ini adalah mulai merangkak ekonomi bagi masyarakat meski beberapa kebutuhan pokok mengalami kenaikan,” jelas Imam di lokasi kegiatan berlangsung.

Selain beragam kegiatan seni dan budaya, Zona Madina juga menggelar Pasar Murah dengan menyediakan 50 paket dalam satu hari. Menggandeng Agrinesia sebagai mitra, program ini sebagai pemenuhan sembako bagi masyarakat di sekitar Zona Madina dikala sejumlah harga kebutuhan pokok merangkak naik di tengah Ramadan tahun ini. Hal ini diungkapkan oleh Ghulam dan Andhika perwakilan Agrinesia,

“program ini terlaksana sebagai bentuk kepedulian bersama di bulan Ramadan ini untuk membantu masyarakat terutama terdampak ekonomi khususnya bahan-bahan pokok yang naik. Sehingga dengan adanya kegiatan ini bisa membantu masyarakat, serta bisa memperkenalkan produk-produk kami saat Ramadan ini,” jelas Ghulam.

“Alhamdulillah kegiatan ini juga terlaksana berkat kerja sama oleh rekan-rekan DD Volunteer yang membantu kegiatan ini serta mengampanyekan Go Green bagi masyarakat dalam kegiatan pasar murah hari ini,” tambah Andhika.

Salah satu peserta dalam kegiatan Pasar Murah yaitu Syahiba merasa senang dengan hadirnya berbagai kebutuhan dengan harga miring. Ketika kebutuhan pokok yang menjulang tinggi di pasaran, dirinya merasa terbantu untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan. Syahiba juga berharap kegiatan ini akan bisa diadakan dilain kesempatan selepas Ramadan.

“Jelas saya sangat terbantu, harganya jauh berbeda dengan di luar yang sedang tinggi-tingginya. Kalau bisa sih kegiatan seperti ini bisa diadakan lagi di waktu ke depan tidak hanya bulan Ramadan saja untuk membantu masyarakat khususnya di sekitar sini,” ungkap Syahiba seusai berbelanja. (Dompet Dhuafa / Arlen)S

JAKARTA — Seluruh lapisan masyarakat baik di Indonesia maupun dunia pastinya merasakan dampak yang ditimbulkan pandemi Covid-19 beberapa tahun ke belakang ini. Walaupun angka kasus mulai berangsur membaik, namun pemulihan beberapa sektor lainnya seperti ekonomi masih berusaha untuk bangkit kembali dari keterpurukan.

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) digadang-gadang berbagai pihak mampu menjadi solusi untuk membangkitkan ekonomi masyarakat khususnya menengah ke bawah. Tentunya hal ini pun membutuhkan dukungan dari berbagai pihak mulai dari memberikan pembekalan kemampuan hingga aspek permodalan.

Hal ini mendorong Social Trust Fund Dompet Dhuafa untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan melakukan kick off program untuk usaha mikro di kawasan Semesta Hijau Dompet Dhuafa, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Jumat (1/4/2022). Selain sebagai penanda dimulainya program, kegiatan ini juga diisi dengan beberapa pelatihan keterampilan seperti pembuatan jus, kopi, dan ayam goreng.

Sebanyak 30 peserta yang hadir dari Jabodetabek menjadi penerima manfaat dalam program zakat untuk usaha mikro ini. Nantinya juga mereka akan mendapatkan pendampingan dan bantuan modal usaha serta berbagai perlengkapan untuk memulai bisnis. Bantuan ini merupakan hasil kolaborAksi aktif antara Dompet Dhuafa dan Permata Bank Syariah melalui Unit Pengelola Zakat (UPZ) Permata Bank Syariah guna membangkitkan kembali perekonomian masyarakat pasca pandemi Covid-19.

“Saat ini kami sedang menyelenggarakan kick off program zakat untuk usaha mikro yang berlokasi di Jakarta. Pesertanya ini dari Jabodetabek ada 30 peserta, penerima manfaatnya ini mendapatkan bantuan berupa booth untuk usaha ayam goreng dan yang kedua adalah kopi serta ketiga jus. Selain itu ada juga bantuan modal usaha dari Permata Bank Syariah bentuknya adalah arqudu hasan, karena memang baru memulai usaha,” jelas Dodi Subardi selaku Kepala Social Trust Fund Dompet Dhuafa.

Kemudian Dodi juga menambahkan, berbagai pilihan UMKM yang tersedia dipilih lantaran sedang tingginya permintaan dari pangsa tersebut. Harapannya, melalui program ini perekonomian para pelaku UMKM mampu meningkat demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

“Semoga ini bisa meningkatkan kesejahteraan ya dari program ini, lokasi dari program ini sebarannya luas namun saat ini baru 30 dan Insya Allah ini sesuai dengan zaman seperti ayam goreng dan kopi yang sedang trend di masyarakat,” sambung Dodi.

Ade Budimasnyah salah satu peserta asal Jakarta Selatan terlihat sangat bersemangat dalam mengikuti kegiatan ini. Hal itu terlihat jelas dengan keaktifan dirinya mendengarkan dan bertanya saat para mentor memberikan materi dalam pengolahan produk UMKM. Menurut pengakuannya, setelah kegiatan ini dirinya sudah tidak sabar untuk memulai berbisnis dengan membuka usaha kopi yang sedang digandrungi anak muda ibu kota.

“Pelatihan tadi alhamdulillah berjalan lancar dan bagus sekali karena ini adalah program untuk memajukan para pelaku UMKM yang ada di Indonesia khususnya diri saya sendiri sebagai pelaku UMKM merasa sangat terbantu dengan adanya acara ini. Untuk rencana ke depan Insya Allah setelah adanya bantuan ini saya akan lanjutkan dengan memulai untuk melakukan bisnis. Kebetulan saya dapatnya kopi, kebetulan saya sudah mendapatkan pengalaman, pengajaran, serta pelatihan Insya Allah saya bisa bergerak langsung dan Insya Allah usaha ini bisa maju dan lancar,”

Sebelum meninggalkan lokasi kegiatan, dengan semringah Ade mengucapkan terima kasih kepada Dompet Dhuafa dan Permata Bank Syariah yang telah memberinya kesempatan untuk mendapatkan pelatihan dan bantuan permodalan usaha. “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk Dompet Dhuafa dan Permata Bank Syariah yang sudah mengizinkan saya untuk mengikuti program ini dan mudah-mudahan ke depannya Dompet Dhuafa dan Permata Bank Syariah sukses selalu. Sukses selalu UMKM Indonesia, sukses untuk semuanya, amin,” pungkas Ade kepada tim di lokasi. (Dompet Dhuafa / Arlen)

TULUNGAGUNG, JAWA TIMUR — Pada Selasa (29/3/2022), Dompet Dhuafa Jawa Timur kembali melaksanakan pelatihan penguatan SDM petani di wilayah Desa Bono, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini dihadiri oleh 14 peserta yang semuanya petani muda. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani muda dalam mengembangkan budidaya belimbing organik di wilayah Tulungagung.

Dari data yang dihimpun oleh kelompok tani setempat, penyerapatan pasar buah belimbing melalui pengelolaan desa wisata per bulan mencapai 8 ton, akan tetapi saat ini masih terkendala kekurangan buah, sehingga sebagian petani mendatangkan belimbing dari tempat lain.

“Ini PR kita semua, belimbing Tulungagung memiliki kekhasan sangat manis ini harus dijaga,” sebut Udin (47) selaku Petani Senior Belimbing di wilayahnya.

Ia melanjutkan, “Saya menyadari bahwa akan ada waktunya regenerasi petani, maka saya berharap melalui kegiatan pelatihan ini mampu melahirkan kader-kader petani muda yang handal. Melek teknologi dan tetap menjaga kelesetarian alam dengan menerapkan budidaya pertanian yang ramah lingkungan”.

Senada dengan pandangan Udin, Kholid Abdillah selaku Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Timur, mengungkapkan, “Jangan malu menjadi petani, kita harus bisa berinovasi dan kreatif. Dompet Dhuafa berkomitmen mendampingi para petani muda untuk berdaya dan harapannya setelah nanti berhasil, petani yang didampingi saat ini juga mampu mengajak petani muda lainya untuk berdaya di bidang pertanian, khususnya budidaya belimbing organik “. (Dompet Dhuafa / Jawa Timur)

TULUNGAGUNG, JAWA TIMUR — “Program pengembangan belimbing organik ini juga kita melibatkan praktisi yang sudah ahli di bidang pertanian organik, bersama kelompok tani Artha Mandiri yang dulunya juga adalah dampingan program Dompet Dhuafa. Kami komitmen berjuang bersama petani untuk meningkatkan pendapatan. Hal mendasar yang perlu kita benahi adalah SDM,” terang Rizzqi (33) selaku koordinasi program Dompet Dhuafa Jatim.

Ya, Dompet Dhuafa Jawa Timur mengadakan sosialisasi program pengembangan budidaya belimbing organik kepada petani muda di Desa Bono, Kecamatan Boyolangu Tulungagung. Alhamdulillah, sebanyak 11 petani muda yang berasal dari Desa Bono, Waung, dan Moyoketen, antusias mengikuti kegiatan ini.

Kegiatan sosialisasi ini merupakan rangkaian tahapan dari pelaksanaan program pengembangan pertanian belimbing yang rencananya akan terlaksana di Wilayah Tulungagung. Selain sosialisasi, dalam rangka untuk menguatkan komitmen bersama maka dilakukan juga proses penandatanganan kerjasama antara Dompet Dhuafa bersama petani muda binaan.

“Alhamdulillah, kulo remen bianget, mugi-mugi usana bersama niki angsal kasil sae. Saget damel perantara lek kulo pado kasehteraan,” aku Yopi (31) salah satu peserta program. (Dompet Dhuafa / Jawa Timur)

TASIKMALAYA, JAWA BARAT — Pada Senin (31/1/2022) pagi, KolaborAksi Dompet Dhuafa bersama UPZ DK (Unit Pengelola Zakat Dana Kebaikan) Permata Bank Syariah menggelar Launching Sentra Ternak Unggas di Kampung Cinusa Hilir, Desa Nusawangi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. Berlangsung secara hybrid, peresmian Sentra Ternak Unggas Tasikmalaya secara simbolis ditandai dengan penandatangan kerjasama, gunting pita, dan pelepasan 100 ekor unggas jenis ayam di halaman kandang.

Agus M. Ghozali selaku Ketua Paguyuban Peternak Berkah Tasikmalaya, mengatakan, hal ini bertujuan untuk meningkatkan produksi ternak unggas yang dikelola masyarakat, agar mampu bersaing dengan pabrik dan bisa melakukan ekspansi pengembangan pasar sebagai upaya perbaikan, serta peningkatan nilai-nilai kesejahteraan para petani unggas di Tasikmalaya, khususnya warga Cisayong. Ada sekitar lebih dari 15 KK penerima manfaatnya.

“Bagi kami, beternak semata-mata adalah ibadah, mensejahterakan diri juga lingkungan, dan bertujuan wasilah tolong-menolong. Kami juga berkomitmen untuk memproduksi ayam yang sehat dan halal dikonsumsi. Program yang hadir, mulai dari sosialisasi program budidaya, metode ternak unggas, pelatihan pemeliharaan dan manajemen kandang, pembuatan assesment peternak, pemberian modal usaha, serta pembentukan koperasi ternak,” sebut Agus.

Camat Cisayong, Asep Zamzam Mizar, yang hadir di lokasi turut menyampaikan, “Untuk memajukan suatu daerah dan daerah itu menjadi lebih terkenal dengan suatu ciri khas, saya kira Cisayong bisa menjadi ikon Sentra Ternak Unggas Organik. Pandemi Covid-19, juga sangat berdampak bagi para peternak Cisayong. Ditengah kondisi transisi masyarakat masa pandemi, namun disini ada aspek sustainable. Harapannya bisa menjadi efek domino kebaikan kepada semua pihak, pun membuka potensi-potensi lain di wilayah Cisayong”.

Ya, program ini juga hadir mulai dari pengadaan DOC (Day of Chicken), hingga pemeliharaan dan panen (siap jual) dengan durasi 35 hari. Budidaya ternak unggas ini adalah jenis ayam potong khusus ayam organik bagi kelompok ternak di Tasikmalaya.

“Alhamdulillah, diawali dengan program recovery pasca bencana di Tasik tahun 2010, perkembangan koperasi bersama STF berjalan cukup dinamis. Output dari sentra ternak adalah sebuah ketahanan pangan. Kami berharap bisa menjadi sentra inti yang peduli dengan ketahanan pangan yang baik dan menyehatkan, khususnya akan mengangkat nama Cisayong dengan ikon ayam organik,” ujar Prima Hadi Putra selaku Direktur Business Operations Support Dompet Dhuafa, dalam sambutannya secara online. “Dimandirikan menjadi koperasi sejak tahun 2011, berawal dari hadirnya bantuan kemanusiaan Gempa Bumi Tasik tahun 2010. Dompet Dhuafa ketika itu terjun membantu warga Cisayong dalam respon kebencanaan. Kami tidak menyangka akan berkembang menjadi seperti ini,” imbuh Casmedi, Ketua Koperasi STF (Social Trust Fund) Jembar Tasikmalaya sekaligus Relawan Kemanusiaan Dompet Dhuafa

Senada dengan itu, Habibullah selaku Ketua UPZ DK Permata Bank Syariah, juga menyampaikan, bantuan kepada sentra ternak tersebut merupakan inisiasi kerjasama partnership antara UPZ DK Permata Bank Syariah bersama Dompet Dhuafa.

“Program pemberdayaan ekonomi sebagai pengelolaan dana zakat produktif, serta hadirnya pemberdayaan budidaya ternak unggas, bertujuan untuk menggerakkan masyarakat, komunitas desa, juga pesantren setempat. Produk dari pemberdayaan program ini meliputi peternakan unggas yang bermanfaat bagi kebutuhan masyarakat. Tentunya ayam dengan kualitas serta harga terbaik, kawasan sentra ternak yang memberdayakan peternak kecil dan ekonomi mikro, kelompok koperasi ternak, juga sistem produksi dan penjualan,” pungkas Habibullah. (Dompet Dhuafa / Dhika Prabowo)

INDRAMAYU, JAWA BARAT — Lemahnya perekonomian merupakan salah satu sumber kemiskinan yang selalu menjadi momok bagi masyarakat Indonesia. Hal ini mendorong banyak pihak saling bahu membahu menguatkan sektor perekonomian bagi masyarakat menengah ke bawah khususnya, guna mengentaskan kemiskinan yang terjadi di Indonesia.

Seperti yang dilakukan oleh Bank Permata Syariah pada Sabtu (18/12/2021), di Desa Kenanga, Blok Gandok, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Menggandeng Dompet Dhuafa sebagai mitra pelaksana terpercaya, Bank Permata Syariah menyalurkan bantuan dalam Program Budidaya Ikan Gurami. Program yang ditandai dengan pelepasan 1000 ekor benih ikan gurami nantinya akan dikelola oleh Kelompok Tani Darul Arqam.

“Ini merupakan bagian dari tanggung jawab kami dan aktivitas kami menyalurkan dana-dana yang diterima dari berbagai sumber, kemudian dana ini kami salurkan dan kami kerja samakkan bersama mitra-mitra antara lain dengan Dompet Dhuafa kali ini. Harapannya dana yang telah kami salurkan ini inshaallah menjadi amanah bagi kita semua karena ini tanggung jawabnya tidak hanya di dunia saja tetapi sampai di hari nanti kelak. Dan selain itu kami juga berharap dengan adanya program ini mampu memberikan dampak yang seluas-luasnya bagi kesejahteraan masyarakat, syukur-syukur program ini mampu ditularkan kepada masyarakat desa lainnya sehingga yang timbul adalah keberkahan bagi kita semua,” ungkap Koordinator Perencanaan & Kerjasama UPZ Bank Permata, Hadi Widjaja.

Program ini merupakan salah satu upaya Dompet Dhuafa dalam penguatan sektor ekonomi bagi masyarakat khususnya di wilayah Indramayu. Menurut keterangan dari Darpani selaku Kepala Desa Kenanga, sebelumnya masyarakat hanya mengandalkan pemasukan menjadi petani di lahan sewaan. Dengan adanya budidaya ini jelas memberikan angin segar kepada masyarakat untuk mendapatkan penghasilan lebih dari sebelumnya. Bahkan Darpani sudah menyiapkan puluhan kolam lainnya jika program ini siap dikembangkan.

“Sebelumnya masyarakat Desa Kenangan adalah buruh tani, dan semua lahan pertanian itu masih sewa atau kontrak. Kemudian setelah timbul kerja sama dengan Dompet Dhuafa dan Bank Permata Syariah hari ini, sebagian lahan yang kurang produktif kita jadikan empang untuk pemberdayaan ikan gurami. Harapannya untuk Bank Permata Syariah dan Dompet Dhuafa supaya masyarakat bisa diberdayakan lagi dan lebih di perluas, Kami juga sudah membuat perluasan empang sejumlah 37 balong (kolam) diantaranya 14 berukuran besar dan 23 berukuran kecil untuk perluasan budidaya ikan gurami,” jelas Darpani saat ditemui seusai peresmian berlangsung.

Budidaya ikan gurami yang dilakukan di atas lahan 9 (sembilan) petak merupakan bentuk pengembangan zakat produktif yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Nantinya, diperkirakan satu kolam ini akan menghasilkan 5-6 kuintal ikan gurami setiap petaknya dalam kurun waktu 8 (delapan) bulan dan hasil dari panen tersebut akan dikelola langsung oleh masyarakat.

“Alhamdulillah dampak untuk Kelompok Darul Arqam menjadi membawa semangat menjadi lebih. Dari Kelompok Darul Arqam sangat mengucapkan banyak terima kasih atas kerja sama Bank Permata Syariah dan Dompet Dhuafa, semoga bantuan ini menjadi amanah dan berkah untuk kami Kelompok Darul Arqam,” ucap Khusen sebagai Ketua Kelompok Tanu Darul Arqam.

Tidak hanya memfasilitasi sarana dan prasarana, Dompet Dhuafa juga akan memberikan pendampingan secara berkala kepada para petani agar mampu membangun kemandirian khususnya bagi masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Tani Darul Arqam. Ini merupakan visi yang dibangun oleh Dompet Dhuafa untuk menjadikan para Mustahik menjadi Muzakki dikemudian hari.

“Saya sampaikan kepada seluruh peserta program dan masyarakat di sini, selamat bergabung sebagai keluarga besar Dompet Dhuafa. Kenapa kita sebut semua yang bergabung dalam program sebagai keluarga besar? Karena memang sebenarnya kita adalah keluarga besar, sesama muslim itu kita bersaudara. Artinya kalau kita berkeluarga kita akan menjaga keluarga kita agar bisa meningkatkan kehidupan satu sama lain. Jadi kami coba dukung bapak-bapak semua di sini, bapak-bapak dukung kami dengan menjalankan program sebaik-baiknya,” ujar Armie Robi selaku Manager Inovasi dan Kelembagaan Zakat Dompet Dhuafa.

Dompet Dhuafa selalu membuka pintu yang seluas-luasnya kepada berbagai pihak seperti halnya dengan Bank Permata Syariah. Sebagai lembaga philantrophy, Dompet Dhuafa akan menyambut dengan sebaik-baiknya bagi siapa saja yang ingin berkolaboraksi untuk membangun kesejahteraan masyarakat. (Dompet Dhuafa / Arlen)

BOGOR, JAWA BARAT — Ada yang berbeda ketika berkunjung ke area Zona Madina Dompet Dhuafa pada malam hari. Tidak seperti biasanya, terlihat beberapa pengunjung sedang bersantai dan menyantap beberapa hidangan di atas sofa bean bag. Ternyata ada destinasi baru, yaitu Angkringan Djampang yang sedang digandrungi kawula muda untuk berkumpul dan bercengkerama.

Angkringan Djampang tersebut merupakan unit UMKM binaan Zona Madina Dompet Dhuafa untuk memberikan sajian baru bagi para pengunjung. Mengusung konsep estetik masa kini, Angkringan Djampang mencoba menarik perhatian para pencinta kuliner malam hari di kawasan Parung, Bogor dan sekitarnya.

Tidak hanya sekedar unit usaha, Angkringan Djampang merupakan aspek pemberdayaan melibatkan kreativitas masyarakat untuk membuat suatu produk yang mampu berdampak pada peningkatan ekonomi serta kesejahteraan mereka. Ini merupakan hasil dari pelatihan yang selama ini dilakukan Zona Madina Dompet Dhuafa kepada masyarakat dengan melihat peluang dan potensi diri.

“Angkringan Djampang merupakan aspek hilir dari proses pemberdayaan di hulu. Proses pemberdayaan di hulu itu melatih masyarakat untuk membuat produk, lalu produk tersebut digeser ke konsumen salah satunya dalam bentuk angkringan ini. Kita berharap dengan munculnya transaksi dari unit ekonomi ini secara langsung berdampak pada kesejahteraan masyarakat yang terlibat, ada yang buat nasi bakar, aneka sate, tahu, tempe, dan minuman hangat, itu melibatkan masyarakat secara langsung,” jelas Udhi Tri Kurniawan selaku Direktur Zona Madina Dompet Dhuafa.

Kembalinya angkringan di pasar kawula muda, menjadi inspirasi tercetusnya Angkringan Djampang di Zona Madina. Gaya klasik tempat bersua ala Jawa Tengah dan Yogyakarta mulai merambah ke wilayah lain termasuk Jabodetabek. Menawarkan pemandangan alam terbuka di Zona Madina Dompet Dhuafa menjadi nilai tambah dari Angkringan Djampang yang mulai beroperasi pada Sabtu (27/11/2021).

“Angkringan itu adalah salah satu kultur kuliner dari Jawa bagian tengah meliputi Jateng dan Jogja, angkringan itu identik dari sore hingga malam, ini kita set up untuk memberitahu kepada publik bahwa Zona Madina Dompet Dhuafa memiliki produk baru namanya Angkringan DJampang. Ini akan menjadi semacam destinasi bukan hanya tentang kuliner tetapi Angkringan Djampang bisa menjadi meeting point, maka dari itu tempat ini kita set up lebih rekreatif dengan rumput sintetis dan bean bag,” lanjut Udhi saat ditemui pada pembukaan Angkringan Djampang.

Buka mulai jam 18.00 WIB setiap harinya, Angkringan Djampang siap melayani para pengunjung yang ingin sekedar melepas penat kesibukan sehari-hari atau berkumpul bersama, pastinya dengan selalu menjaga protokol kesehatan. Tentunya ini bisa menjadi opsi baru untuk menghabiskan malam akhir pekan terutama bagi generasi millennial.

Beragam sajian mulai dari aneka sate, nasi bakar, hingga berbagai minuman hangat siap menemani malam para pengunjung. Tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam, karena beragam sajian tersebut relatif murah dengan cita rasa berkualitas. Rencananya juga akan ada musik akustik untuk menemani para pengunjung bersantai sambil menikmati berbagai hidangan yang ada.

“Keren banget konsep seperti ini, saya kira cuma angkringan biasa seperti di tempat lain, tapi waktu mendengarkan penjelasan ini adalah suatu bentuk pemberdayaan saya sangat respect dengan Zona Madina Dompet Dhuafa. Melalui satu unit ekonomi mampu menghidupkan bagi banyak orang. Malam ini selain jajan di angkringan saya mendapatkan sudut pandang baru yang sangat menarik,” Ricky Candra (22) salah satu pengunjung Angkringan Djampang. (Dompet Dhuafa / Arlen)