BOGOR — Rumah Kemasan yang berada di Kawasan Zona Madina Dompet Dhuafa, menggelar pelatihan foto produk yang dilaksanakan di Kantin Sehat Zona Madina, Kamis (6/2/2020). Sahrawardi, selaku Manager Program Zona Madina mengisi langsung workshop tersebut.

Peserta yang terdiri dari mitra pengusaha Zona Madina dan yang lainnya. Turut mengikuti pelatihan tersebut. Banyak dari mereka yang sudah memiliki usaha dalam waktu lama. Namun secara pemasaran belum maksimal.

“Saya punya produk sudah dua bulan mencoba usaha minuman sereh. Tapi belum optimal dalam pemasaran. Dengan adanya pelatihan tersebut, harapannya produk julan saya dapat berkembang,” ucap Kirman, peserta workshop dari Ciseeng Bogor.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi, praktek foto dengan smartphone dan peserta diwajibkan pula untuk membawa produk masing-masing agar bisa segera dipasarkan.

Pada kesempatan ini, Direktur Zona Madina Dompet Dhuafa, Yuli Pujihardy menyampaikan bahwa, “Melalui program Rumah Kemasan, diharapkan akan menjadi babak baru pengembangan produk UKM di Kabupaten Bogor dan Jabotabek. Hal tersebut dikarenakan Rumah Kemasan yang ada saat ini memiliki fungsi sebagai rumah edukasi, rumah kemas produk dan rumah konsultasi kemasan UKM. Kami siap menjadi Mitra Pemerintah Daerah melalui Dinas Koperasi UKM dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk membawa produk masyarakat dari kemasan sederhana menjadi produk dengan kemasan modern”.

Di tempat yang berbeda, CEO Rumah Kemasan saudara Nur Imam Syaputra menghadiri pertemuan terkait program pembinaan dan pengembangan kemasan produk UKM bersama Kasi Ekonomi dan Pembangunan beserta Pengurus Forum UKM Kecamatan Parung Kab. Bogor.  Pada kesempatan tersebut, beliau juga menjelaskan bahwa, “Zona Madina Dompet Dhuafa selalu membuka kesempatan untuk bersinergis dengan semua UKM yang ada. Karena memang kami ada untuk tumbuh bersama UKM. Adapun agenda pelatihan akan menjadi pelatihan regular yang akan terus dilaksanakan setiap pekan dengan meliputi Pelatihan Foto Produk, Branding Produk, Digital Marketing, Managemet Keuangan UKM, secara berjenjang baik untuk pemula maupun tingkat mahir”. (Dompet Dhuafa/Fajar)

SALATIGA — Tak terbayangkan sebelumnya bagi Nurhadi, bahwa dirinya akan menyandang gelar sarjana. Lahir dari keluarga biasa, tanpa ada jaminan kemapanan ekonomi. Hanya tekad menjadi modal utama Nurhadi mewujudkan impiannya mejadi sarjana. Gayung bersambut, Nurhadi diterima menjadi mahasiswa Progam Studi Matematika IAIN Salatiga. Namun sayang, ia masih harus berjuang, karena biaya kuliah tidak sedikit. Harapan itu kembali datang, ketika Nurhadi dengan Kantin Kontainer bertemu.

“Pertemuan pertama saya dengan kantin kontainer pada 2016. Dari sana saya banyak belajar, terutama dengan karakter entrepreneurship,” terang mahasiswa angkatan 2014 tersebut.

Kantin Kontainer adalah progam kolaborasi antara Dompet Dhuafa dengan kampus IAIN Salatiga, Jawa Tengah. Dengan mengusung konsep kantin modern yang menyajikan berbagai jajanan bagi mahasiswa. Kantin tersebut dikelola oleh mahasiswa penerima manfaat. Oleh para penerima manfaat, Kantin Kontainer terus berkembang. Dengan sistem bagi hasil, mereka mengajak mahasiswa lain untuk memasarkan produknya di Kantin Kontainer.

“Kami juga membuka luas bagi mahasiswa yang ingin menitipkan produknya di Kantin Kontainer, dengan akad bagi hasil,” tamabhnya.

Berkat dediaksi dari penerima manfaat, kantin kontainer berhasil menjadi primadona baru di kampus IAIN Salatiga. Nurhadi mengakui, bahwa gelar sarjana yang ia dapatkan 18 Oktober lalu. Tidak mungkin bisa ia capai tanpa keikutsertaanya di Kantin Kontainer. Ilmu dan materi yang ia dapatkan di Kantin Kontainer berhasil mengantarkan Nurhadi menjadi sarjana pertama di keluarganya.

“Alhamdulillah, saya bisa lulus dengan biaya sendiri. Bahkan saya bisa biayai adik saya. Manfaat yang kami dapatkan dari progam tersebut sangatlah besar. Bukan sekedar materi, ilmu wirausaha yang tidak bisa kami temui di kelas lebih bernilai,” tambahnya.

Menyambut gelar sarjana, kini Nurhadi fokus untuk menguliahkan adik sematawayangnya. Dua kakak yang harus memendam cita-cita menjadi sarjana karena masalah ekonomi, memotivasi kuat Nurhadi.

“Saya punya target ingin menguliahkan adik-adik. Saya yakin, ilmulah yang nantinya akan menjadi bekal untuk kehidupan dan bisa mengangkat derajat keluarga,” terang anak dari pasangan buruh tani dan pemetik bunga melati tersebut. (Dompet Dhuafa/Zul)

SALATIGA — Dompet Dhuafa Jawa Tengah bersama IAIN Salatiga meresmikan satu unit foodtruck untuk program Kantin Kontainer Keliling. Ini merupakan kali kedua program Kantin Kontainer digulirkan di kampus ini. Sebelumnya program Kantin Kontainer dimulai dari 2017. Kantin kontainer dikelola oleh 10 mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu, namun memiliki kecerdasan dan semangat berwirausaha. Hal tersebut yang membuat mereka dipercaya untuk mengelola keuangan kantin sepenuhnya.

Dalam program lanjutan Kantin Kontainer yang cukup berbeda dengan konsep yang pertama. Program kali ini menggunakan konsep mobile canteen, sebuah kantin keliling. Baik di daerah sekitaran kampus maupun luar kampus. Sehingga memberikan kesan kalau kantin dabat beroperasi kemana-mana.

Berawal dari kekurangannya kantin di kampus IAIN Salatiga yang terbilang sangat luas. Tercetuslah ide untuk membuat salah satu program yang juga bisa melatih jiwa wirausaha para mahasiswanya. Dengan demikian juga mampu membantu mahasiswa dengan latar belakang ekonomi yang kurang mampu untuk melanjutkan kuliahnya.

Dr. Rahmat Hariyadi, M.Pd., selaku rektor IAIN Salatiga mengungkapkan, dengan program Kantin Kontainer mahasiswa berlatar belakang ekonomi kurangpun, masih dapat melanjutkan kuliah.

“Kita menyeleksi mahasiswa yang benar-benar kekurangan dalam segi ekonomi, namun memiliki semangat belajar yang besar dan berjiwa wirausaha, untuk mengelola Kantin Kontainer,” ungkap beliau.

Choirul Umam, salah satu penerima manfaat Kantin Kontainer yang kini sudah menjadi alumni di IAIN Salatiga mengungkapkan bahwa, dari mengelola kantin, dirinya dapat menyelesaikan kuliahnya dan kini sedang meneruskan kuliah S2 yang juga biayanya dari hasil mengurus Kantin Kontainer.

“Alhamdulillah dari hasil mengurus kantin, saya bisa membiayai kuliah sendiri tanpa sedikitpun meminta dari orangtua. Sekarang saya juga sedang melanjutkan studi S2 saya,” jelas Umam, yang kini sedang menjalankan S2 Pendidikan Agama di IAIN Salatiga.

Harapannya melalui kegiatan tersebut, dapat menjadi model mengembangkan potensi-potensi para pemuda. Terutama mahasiswa yang sering digaungkan sebagai agent of change. Dengan demikian, mampu memberikan perubahan terhadap perekonomian Indonesia yang lebih baik.

“Kami memilih mahasiswa karena Dompet Dhuafa, yang memang juga memiliki fokus di bidang ekonomi, ingin menyiapkan pegusaha-pengusaha muda yang nantinya mengembangkan UMKM menjadi lebih baik,” tambah Yuli Pujihardi, selaku perwakilan dari Dompet Dhuafa Filantropi yang juga merupakan Direktur Mobilisasi ZIS. (Dompet Dhuafa/Fajar/Jateng)