DEPOK, JAWA BARAT — Merajut semangat pemberdayaan, Dompet Dhuafa bersama mitra kolaborasi Unit Pengelola Zakat Dana Kebaikan (UPZ DK) Permata Bank Syariah menggelar peresmian Program Bakso Bager (Bakso Gerobak) pada Jumat (28/2/2025). Dengan terkumpulnya dana zakat UPZ DK Permata Bank Syariah, gerobak bakso untuk 10 penerima manfaat yang tergabung dalam Kelompok Mitra Bager (KMB) resmi beroperasi.

Di tengah ketidakstabilan perekonomian bangsa, program pemberdayaan ini lahir sebagai solusi bagi pelaku ekonomi mikro, tutur Etika Setiawanti selaku Direktur Mobilisasi Sumber Daya sekaligus Sekretaris Pengurus Dompet Dhuafa dalam acara peresmian di Rumah Dakwah Muhammadiyah Ranting Duren Seribu, Depok.

“Dengan segala dinamika yang terjadi hari ini, kami selalu berharap agar seluruh penerima manfaat dan mitra kolaborator terus bersemangat membuat inovasi. Tujuannya supaya meningkatkan pendapatan pelaku usaha mikro agar mandiri secara ekonomi nantinya. Agar berdaya, dari Mustahik menjadi Muzakki. Kita harus dampingi mereka bersama,” ucap Etika.

Etika Setiawanti selaku Direktur Mobilisasi Sumber Daya sekaligus Sekretaris Pengurus Dompet Dhuafa memberikan sambutannya di Rumah Dakwah Muhammadiyah Ranting Duren Seribu, Depok, Jawa Barat, Jumat (28/2/2025).
Ana Rahmawati selaku Direktur Pemberdayaan Ekonomi Dompet Dhuafa menyampaikan tujuan dan mekanisme Program Bakso Bager.

Senada dengan Etika, Ana Rahmawati selaku Direktur Pemberdayaan Ekonomi Dompet Dhuafa, menyampaikan bahwa kelompok pedagang Bager ini tak hanya menerima modal usaha, tetapi juga pendampingan selama setahun penuh. Yakni meliputi pengelolaan keuangan atau modal, kebersihan, pelayanan, serta resep yang menentukan cita rasa bakso tersebut.

Penerima manfaat yang terpilih merupakan korban penurunan ekonomi saat Pandemi Covid-19 dan pekerja serabutan dengan pendapatan yang tidak stabil.

“Selain ekonomi, kami pun memperhatikan dimensi lainnya. Seperti kesehatan dan sosial. Karena ini menyangkut pangan. Kemudian sosial, karena program ini akan dikelola secara kolektif agar usaha ini semakin kuat. Saat ini Program Bakso Bager menargetkan 120 penerima manfaat yang terbagi dalam 6 batch. Batch pertama kali ini resmi hadir atas kontribusi UPZ DK Permata Bank Syariah,” tutur Ana.

Ketua UPZ DK Permata Bank Syariah, Habibullah menyapa para penerima manfaat Program Bakso Bager, Jumat (28/2/2025).
Usai peresmian Program Bakso Bager, para tamu undangan dipersilakan menikmati produk dari pedagang Bager.
Turut hadir, Dewan Pengawas Dompet Dhuafa, Rahmad Riyadi (kanan) menyambut 10 penerima manfaat di Rumah Dakwah Muhammadiyah Ranting Seribu Duren.

Ketua UPZ DK Permata Bank Syariah, Habibullah mengaku mendukung program ini sepenuhnya dengan harapan dapat memberikan dampak luas bagi penerima manfaat beserta keluarga dan lingkungan sekitarnya.

“Alhamdulillah peresmian berjalan lancar. Dari dana zakat karyawan dan dana kebajikan akhirnya kami berhasil menyalurkan 10 gerobak untuk penerima manfaat di kawasan Jabodetabek,” jelas Habib.

Neneng Amaliah (49), salah satu penerima manfaat asal Bogor sedang melayani pelanggan di peresmian Program Bakso Bager, Jumat (28/2/2025).
Penampilan dari produk pedagang Bakso Bager yang akan dinikmati oleh konsumen di kawasan Jabodetabek.
Sesi foto bersama para tamu undangan bersama penerima manfaat pada acara peresmian Program Bakso Bager, Jumat (28/2/2025).

Salah satu penerima manfaat Program Bakso Bager, Neneng Amaliah (49) menuturkan kebahagiaannya setelah menjadi mitra kolaborator batch pertama ini. Pada mulanya ia merupakan pekerja serabutan yang harus menghidupi tiga anak dan suaminya tak mampu bekerja dikarenakan jatuh sakit.

“Saya sangat bersyukur menjadi mitra di Program Bakso Bager ini. Karena memang sebelumnya penghasilan saya tak mencukup biaya hidup. Namun dengan modal dan pembinaan yang saya terima, saya akan memulai hidup baru. Menjadi modal saya untuk membangun usaha nantinya. Terima kasih, Dompet Dhuafa!” serunya. (Dompet Dhuafa)

Dompet Dhuafa bersama dengan ROIS OJK, Yayasan Wirausaha Indonesia Bersaya, LMI, Dinas Pertanian Gunung Kidul, Pemerintah Desa, beserta masyarakat melaksanakan kegiatan Launching Program Pemberdayaan Ekonomi Kampung Alpukat Gunung Kidul pada Rabu, 26/02/2025 di Desa Wunung, Kec Wonosari, Kab Gunung Kidul, Yogyakarta.

Kebun Alpukat yang ditanam di tanah kas Desa Wunung seluas 7.000 meter persegi, sebanyak 220 pohon alpukat dari 18 varietas unggul, dikelola oleh 16 orang penerima manfaat yang tergabung dalam Kelompok Tani Berkah Alpukat Teguhan ini diprediksi dapat menghasilkan 5 – 10 Ton/tahun.

“Alhamdulillah pohon yang kita tanam 2 Februari 2022, kini hasilnya sudah bisa kita nikmati bersama. Saya berharap kedepanya kita bisa kuatkan manajemen pengelolaan kelompok tani kita sehingga tujuan utamanya adalah bisa menciptakan kawasan agro di Desa Wunung ini” ujar Sudarto selaku Kepala Desa Wunung.

Lebih lanjut, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunung Kidul Rismiyadi menyampaikan “mendukung program kampung alpukat ini bahkan berharap bisa ditiru oleh kelurahan lain terutama melalui pelibatan generasi muda untuk bisa berkarya di bidang pertanian komoditas unggul dalam rangka kemajuan pertanian di di Gunung Kidul”

ROIS OJK telah menjadikan Dompet Dhuafa sebagai mitra dalam menyalurkan zakat karyawan. Zakat karyawan ROIS OJK disalurkan dalam berbagai bidang rogram yang dikelola oleh Dompet Dhuafa, salah satunya adalah
Program Kampung Alpukat.

“Rois OJK bersama Dompet Dhuafa melakukan intervensi dalam program ini berupa penanaman tanaman di lahan terpusat, pengadaan sumur, fasilitas rumah pembibitan, dan pembangunan limasan/tempat pertemuan anggota kelompok” Ujar Armie Robi selaku Kepala Departemen Implementasi dan Monitoring YWIB.

Penanaman alpukat selain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, juga diharapkan sebagai ikhtiar bersama untuk mengurangi dampak krisis iklim, ketahanan pangan masyarakat, serta menaikan tingkat perekonomian masyarakat Gunung Kidul.

“Harapan kami sebagai kalompok petani alpukat, semoga program ini dapat kita kembangkan bersama yang nantinya bisa meningkatkan perekonomian di desa wunung” ujar Kisyanto selalu ketua kelompok tani alpukat dan penerima manfaat.

BULUKUMBA – Dalam upaya meningkatkan perekonomian lokal dan kualitas hidup masyarakat, Dompet Dhuafa Sulawesi berkolabroasi dengan On The Way melaksanakan Launching Coffee Bike persembahan dari dana Zakat ROIS OJK pada Senin, 24/02/2025 di Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi & UMKM Bulukumba, Andi Esfar Tenri Sukki, serta anggota DPRD Bulukumba-sekertaris komisi 1 bapak Rudi Anggoro dan masyarakat setempat. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Koperasi & UMKM Bulukumba menyampaikan bahwa jargon UMKM saat ini adalah “UMKM Naik Kelas”, yang berarti meningkatkan kualitas, memperbanyak kolaborasi, dan meningkatkan kelas usaha. Hal ini sejalan dengan tujuan Launching Coffee Bike, yaitu meningkatkan perekonomian lokal dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Sementara itu, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa sulawesi selatan, Pandu Heru Satrio menyampaikan bahwa pengelolaan zakat yang tepat sasaran dengan metode modern akan memberikan dampak yang signifikan dalam jangka panjang. “Kami berharap bahwa Launching Coffee Bike ini dapat menjadi contoh bagi pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan,” tambahnya.

Dana yang digunakan untuk pengadaan coffee bike serta pengoprasiannya berasal dari dana zakat yang dikelolah oleh ROIS OJK. Dana zakat ini digunakan untuk mendukung pengembangan ekonomi lokal dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Dengan Launching Coffee Bike ini, diharapkan dapat meningkatkan perekonomian lokal dan meningkatkan kualitas hidup para penerima manfaat di Bulukumba. (Harja)